"Kalian semua tidak becus. Menghadapi orang lemah seperti ini saja kalian tidak bisa..."

Belum selesai ucapan pimpinan pasukan Baihuan, tiba-tiba sosok Channa Satu muncul dengan cepat di hadapannya. Tendangan keras meluncur langsung ke arah kepala sang pimpinan.

BUGH!

Pimpinan Baihuan yang sudah berada di ranah grandmaster itu dengan sigap menangkis tendangan menggunakan kedua tangannya. Meski tangan itu gemetar hebat, tanda kekuatan yang diterima dari lawannya tidak main-main dan bahkan sedikit lebih kuat dari yang dia perkirakan.

"Huh, beraninya kau." Bentak pimpinan itu, nadanya penuh kemarahan karena merasa terserang diam-diam.

Channa Satu tak mau buang waktu, kembali menyerang dengan tendangan kaki lain yang diarahkan tepat ke kepala musuhnya.

Pimpinan Baihuan mengerutkan keningnya, matanya penuh sinar meremehkan. Ia mengangkat kedua tangannya yang mulai berkilauan dengan energi berwarna merah menyala. Suasana berubah seketika tegang, udara seolah membeku ketika teknik pamungkasnya mulai terwujud.

"Heavenly Iron Palm!"

Seketika, gelombang energi qi meledak memancar dari tubuhnya. Aura grandmaster yang begitu kuat membuat orang-orang di sekitar tertekan, seakan tak bisa bernapas. Dengan gerakan yang sangat cepat dan terkontrol, telapak tangannya yang diselimuti aura merah membara itu mengayun menghantam tendangan Channa Satu.

DUARR!!

Benturan keras terdengar seperti dua logam berat bertemu. Gelombang tekanan yang tercipta melesat keluar, membentuk pusaran angin merah gelap yang berputar cepat di sekitar tangan sang pimpinan. Angin itu bukan hanya penghalang fisik, tapi juga membakar aura lawan dengan panas yang menyengat kulit meski tanpa kontak langsung.

Pimpinan Baihuan yakin dengan jarak sesempit ini, lawannya akan terluka parah. Namun kali ini ia salah besar. Channa Satu justru tersenyum dingin dan mengayunkan kakinya dengan lincah, bagaikan ekor naga yang menyambar, menghantam perut pimpinan itu dengan keras, lalu melompat mundur dengan gesit.

BUGH!

Pimpinan Baihuan terbatuk, merasakan sakit menusuk dari tendangan tepat di perutnya. Berkat pelindung qi spiritual, rasa sakit itu tidak parah, hanya sebuah nyeri yang mengganggu.

Merasa dipermalukan, kemarahan pimpinan Baihuan memuncak. Aura spiritual di tubuhnya meningkat drastis, mengeluarkan tekanan hebat yang mulai menekan Channa Satu dengan kekuatan luar biasa.

Gelombang energi yang kuat mengguncang udara di sekitar mereka, tanah retak-retak kecil pecah di bawah kaki mereka, memperlihatkan dengan jelas bahwa sang grandmaster bukan lawan yang bisa dianggap remeh.

Dengan suara rendah dan penuh perintah, pimpinan itu mengaum, "Heavenly Iron Palm!"

Kali ini dia mengerahkan kekuatan penuh dari jurusnya. Tubuhnya melayang beberapa meter dari tanah, sementara telapak tangan yang membara merah mengeluarkan gelombang tekanan dahsyat, membentuk pusaran angin merah gelap yang berputar cepat, menekan tubuh Channa Satu dengan ganas.

Channa Satu menegakkan tubuhnya, mengerahkan seluruh kekuatan fisik yang dimilikinya, mencoba menangkis gelombang energi yang mematikan itu. Namun, setiap pukulannya seakan tak berdampak, seperti menabrak tembok baja tak terlihat yang membatasinya.

"Channa Satu, segera mundur!" suara perintah dari alat komunikator di tangannya menggelegar. Komandan Vex yang mengamati pertarungan memberitahu secara tegas. Kekuatan lawan terlalu besar, dan pertempuran ini tak mungkin dimenangkan.

"Matilah kau!" teriak pimpinan Baihuan dengan amarah yang membara, melanjutkan serangannya tanpa henti. Tubuhnya melesat ke depan dengan kecepatan luar biasa, telapak tangan membara menghantam Channa Satu dengan penuh tenaga.

DUARR!!

Ledakan dahsyat bergemuruh saat hantaman itu bertemu dengan tangan Channa Satu yang mencoba menangkis. Tubuh Channa Satu terpental jauh ke belakang, alat komunikator yang terpasang di lengannya pecah akibat benturan keras.

Bersimbah darah, Channa Satu segera bangkit dan berbalik melarikan diri, menjalankan perintah terakhir yang dia terima.

"Hah, lari seperti pengecut!" suara tertawa penuh hina dari pimpinan Baihuan terdengar sambil memberi perintah, "Kejar dia! Jangan biarkan kabur!"

Sebagian besar anak buah berlari mengejar Channa Satu yang terluka. Pimpinan mereka ikut menyusul setelah memberikan tugas ke anak buahnya yang lain. Dia tidak ingin misinya gagal dan tidak ingin juga kehilangan pria misterius yang menyerang mereka. Seorang pria tanpa kekuatan kultivasi namun dapat melukai anak buahnya dengan mudah.

Saat pengejaran itulah tanpa di sengaja Channa Satu memasuki formasi yang di pasang oleh Lynx untuk melindungi desa Surya dan dia berhasil terkejar oleh musuh-musuhnya.

***

Di markas besar Kota Hesperis, ruangan komandan Vex bergema dengan suara keras saat ia membanting gelas ke dinding. Pecahan kaca berhamburan, membentuk serpihan tajam di lantai berkilau, menandakan kemarahan yang sudah berkepanjangan. Ini bukan kali pertama ia melakukan hal itu. Gelas-gelas yang ia lempar berkali-kali menjadi simbol frustrasi mendalam terhadap kegagalan semua rencananya dalam menghadapi Lynx. Kini proyek manusia super yang diharapkan dapat melawan Lynx, justru mempermalukannya.

"Ini sudah cukup!" geram komandan Vex, wajahnya yang keras berkerut penuh amarah. "Orang-orang dari dunia kultivasi itu benar-benar membuat kepalaku pusing. Tidak mungkin teknologi yang kita miliki tidak sanggup menghadapi mereka! Seharusnya ada cara untuk menghancurkan mereka." Suaranya menggema penuh kebencian, menggetarkan dinding ruang komando.

Di meja kerjanya, tumpukan laporan yang berhubungan dengan dunia kultivasi dan Lynx bertebaran, rekaman video di beberapa layar besar di dinding masih memunculkan wajah Lynx. Komandan Vex menarik napas panjang, matanya tertuju pada sebuah proyek rahasia yang disebut ‘Proyek Ragnarok’. Rencana ambisius yang mengerikan, membanjiri dunia para kultivator dengan limbah radioaktif berbahaya, dengan tujuan membasmi semua makhluk hidup di sana, memastikan tidak ada yang bertahan dan tidak ada ancaman lagi yang datang ke dunia mereka.

"Kekuatan yang diperlihatkan oleh mereka, terutama Lynx terlalu menakutkan," ucapnya dalam bisikan penuh dendam. "Teknologi kita belum cukup untuk mengalahkan mereka. Proyek manusia super pertama sudah kalah dalam pertarungan pertama... Itu tidak bisa diterima. Proyek Ragnarok harus segera diluncurkan."

Komandan Vex berdiri dan menatap layar monitor besar, memanggil dokter Zhang yang berdiri di sudut ruangan. "Dokter Zhang, bagaimana jika kita menambahkan sel kultivator terkuat dari dunia itu ke dalam tubuh manusia super kita? Bukankah itu bisa membuat mereka jauh lebih kuat?"

Dokter Zhang menggeleng pelan, wajahnya menunjukkan keraguan. "Berdasarkan rekaman ingatan Lala yang kami pelajari, mendapatkan sel kultivator tidak terlalu menambah kemampuan fisik manusia super. Mereka memiliki sesuatu bernama Dantian dan setiap orang memiliki dantian berbeda. Jika kita memasukkan sel mereka ke tubuh manusia super kita, itu percuma. Selain itu, tubuh tanpa energi spiritual yang sebenarnya menjadi kunci kekuatan di dunia mereka itu, menjadi tidak berguna. Di pulau asing kita sudah pelajari, para kultivator dan keturunannya menjadi manusia biasa tanpa energi spiritual."

"Lalu bagaimana dengan pemuda itu, Lynx? Kenapa dia bisa lebih kuat dari para kultivator itu." tanya Vex, dengan nada penasaran yang mulai berubah menjadi kekhawatiran. Informasi dari Kanaya dan Lala sudah memberikan sedikit gambaran mengenai kekuatan Lynx, terutama saat Lala menyebutkan kekuatan Lynx masih di tahan, dia menahan kekuatannya agar tidak menghancurkan dunia tersebut.

Dokter Zhang menjelaskan dengan serius, "Setelah meminum pil buatan Profesor Milo, tubuh Lynx memang menjadi sangat kuat, dengan kemampuan regenerasi luar biasa. Namun, berdasarkan data dari ingatan Lala, setelah kami bandingkan, kekuatan awalnya masih kalah dibandingkan dengan ciptaan kita. Kekuatan Lynx berasal dari matahari dan alam, dan dunia tempat Lynx berada saat itu memiliki energi yang terbatas, berbeda dengan dunia kita. Tapi anehnya, setiap kali ia bertarung dan sekarat, sel-selnya berevolusi menjadi lebih kuat. Puncaknya setelah ia dikalahkan oleh seseorang bernama Monrest, dia bangkit kembali dengan kekuatan yang jauh lebih dahsyat, bahkan mampu mengalahkan naga raksasa penjaga pulau. Bahkan Profesor Lala sendiri tidak tahu seberapa kuat Lynx saat ini."

Kemarahan komandan Vex semakin menjadi-jadi. "Sel khusus yang digunakan Profesor Lala itu adalah sel terkuat dari makhluk asing yang pernah ada di dunia kita, dan juga sel genetik makhluk terkuat di dimensi lain. Itu satu-satunya bahan yang tersisa, dan Lynx adalah satu-satunya makhluk yang memilikinya."

Dokter Zhang menatap tajam, memberi saran, "Komandan, jika kita ingin mendapatkan sel genetik terkuat, maka Lynx lah target utama yang harus kita incar."

Mata komandan Vex menyala penuh tekad. "Kita fokuskan target kita sekarang pada Lynx. Kita tunda proyek Ragnarok. Segala upaya harus diarahkan untuk mendapatkan sel genetik Lynx. Tidak ada alasan lagi untuk gagal."

Di ruangan itu, angin dingin seolah berhembus dari ambisi yang membara tanpa ada satupun penduduk dunia kultivasi yang mengetahui bahaya besar mengancam mereka jika proyek ragnarok diluncurkan.